Modus Baru Penipuan, Nama Dirlantas Bengkulu Dicatut untuk Pinjam Uang

More articles

Bengkulu, Investigasi.News– Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, angkat bicara terkait beredarnya akun WhatsApp Dan Instagram yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta dan meminjam uang kepada sejumlah pihak.

 

Sudarno menegaskan, akun tersebut adalah akun palsu (fake) dan bukan miliknya. Ia memastikan tidak pernah melakukan permintaan uang dalam bentuk apa pun melalui pesan pribadi.

 

“Itu akun palsu yang mencatut nama saya untuk meminta atau meminjam uang. Saya tegaskan, itu bukan saya,” ujar Kombes Pol Sudarno, Rabu (11/2/2026).

 

Akun tersebut menggunakan nomor WhatsApp 0831-2565-1090 dan dilaporkan menghubungi sejumlah orang dengan modus meminta bantuan dana.

 

Dirlantas Polda Bengkulu mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan pejabat kepolisian, apalagi jika berujung pada permintaan uang.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Bengkulu Gelar Police Go To School di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu

 

“Saya mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi pesan tersebut, tidak mengirimkan uang dalam bentuk apa pun, serta segera memblokir dan melaporkan akun tersebut,” tegasnya.

 

Ia juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak, terutama yang mencatut nama pejabat atau institusi resmi untuk meyakinkan korban.

 

Kasus pencatutan nama pejabat untuk melakukan penipuan bukan kali pertama terjadi. Pelaku biasanya memanfaatkan foto profil dan identitas publik untuk meyakinkan calon korban.

 

Kombes Pol Sudarno menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap praktik tersebut.

 

“Modus seperti ini merugikan banyak pihak. Kami minta masyarakat segera melapor jika menerima pesan serupa,” katanya.

Baca Juga :  Detasemen Gegana Brimob Polda Bengkulu Laksanakan Backup Pengamanan di Mapolda Bengkulu

 

Masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi jika menerima pesan mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan permintaan uang, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. (Red)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest