Hadiri Doa Bersama dan Peringatan Maulid Nabi, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Untuk Memajukan Indonesia

More articles

Jakarta. Investigasi News -Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika yang ada. Hal itu disampaikan dalam sambutan saat menghadiri acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya.

Doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh 6.316 undangan. Dalam acara tersebut turut hadir, jajaran PJU Mabes Polri, PJU TNI, PJU Polda, tokoh agama dan masyarakat, komunitas ojek online, Kokam Muhammadiyah, Senkom, Banser NU, buruh, Laskar Merah Putih, hingga Forkopimda DKI Jakarta.

Acara ini diisi dengan ceramah oleh Ustadz Adi Hidayat, L.c., M.A., Ph.D dan Dr. (H.C) K.H. Zulfa Mustofa yang sekaligus menutup ceramahnya dengan doa bersama.

Baca Juga :  Polda Bengkulu Lepas Bantuan Logistik ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana TBnews, BENGKULU – Polda Bengkulu melaksanakan pemberangkatan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada Senin, (01/12/2025). Kegiatan berlangsung di Lapangan Anton Sujarwo Polda Bengkulu, dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. Pelepasan ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Bengkulu kepada warga di provinsi lain yang sedang menghadapi masa sulit. Acara dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, antara lain Sekda Provinsi Bengkulu mewakili Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, Wakapolda Bengkulu, Danlanal Bengkulu, Kepala BPBD, perwakilan Danrem 041 Gamas, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan Tinggi, Basarnas, BNPB, dan Binda Bengkulu. Kehadiran mereka menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi kerja bersama lintas lembaga demi membantu sesama. Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar pengiriman logistik, tetapi wujud empati dan tanggung jawab moral sebagai sesama anak bangsa. “Hari ini kita tidak hanya melepas kendaraan bermuatan bantuan, tetapi juga mengirimkan doa, harapan, dan semangat bagi saudara-saudara kita di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Bencana bisa datang kapan saja, namun kepedulian dan kebersamaan harus tetap menjadi kekuatan utama kita,” ujar Kapolda. Beliau juga memberikan pesan khusus kepada personel yang diberangkatkan dalam misi kemanusiaan tersebut untuk meaksanakan tugas kemanusiaan ini dengan penuh keikhlasan, disiplin, dan tanggung jawab. Adapun bantuan yang diberangkatkan meliputi beras dua ton, mie instan, pop mie, air mineral, sarden, biskuit, kue kaleng, gula, kopi, teh, susu bayi, pampers, hingga pakaian layak pakai. Seluruh logistik tersebut diangkut menggunakan kendaraan khusus yang telah dipersiapkan Polda Bengkulu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana serta memperkuat rasa persaudaraan antarprovinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, Jenderal Sigit pun memberikan santunan kepada 400 anak yatim, yang diwakili oleh 8 orang anak yatim dalam penyerahann secara simbolis.

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menjelaskan bahwa bangsa Indonesia pernah ada di masa penjajahan, di mana masyarakatnya dipecah belah. Namun, dengan semangat perjuangan, kemerdekaan bisa diraih dan bangsa ini menjadi satu kesatuan.

“Tentunya kita semua menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Oleh karena itu, tentunya menjadi tugas kita bersama untuk menjaga agar Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bangsa, adat istiadat, ini menjadi satu kekuatan yang terus bersatu untuk bersama-sama menjaga dan terus merawat negara kesatuan kita yang tercinta, Republik Indonesia,” ujar Kapolri, Minggu (7/9/25).

Baca Juga :  Pos Shelter Ditsamapta Polda Bengkulu Siaga 24 Jam Jaga Keamanan Pantai Panjang

Menurut Kapolri, merawat kemerdekaan yang sudah diraih adalah tugas bersama. Dengan begitu, Indonesia benar-benar menjadi negara merdeka, berdaulat, dan negara yang rakyatnya bisa sejahtera.

“Dan ini tentunya adalah tugas kita bersama. Dan kunci dari semua itu adalah manakala kita bisa menyatukan semua kekuatan, keberagaman yang ada, seluruhnya bersatu untuk membangun Indonesia yang kita cintai,” ungkap Kapolri.

Jenderal Sigit tak memungkiri bahwa saat ini adalah masa-masa krusial bangsa Indonesia di mana akan ada bonus demografi. Jika ini dimanfaatkan, maka Indonesia akan semakin dekat untuk menjadi negara maju.

“Karena kita lengah, kita disusupi, kita dipecah, akhirnya kita gagal menjadi negara maju. Tentunya itu adalah pilihan kita bersama,” jelas Kapolri.

Baca Juga :  Pentas Musik Jalanan Satbrimobda Bengkulu Meriahkan Malam Kemerdekaan, Kapolda Beri Apresiasi

Lebih lanjut Jenderal Sigit menyampaikan, dalam proses menjadi negara maju ini, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi. Meskipun keberagaman yang dimiliki Indonesia sangat banyak, namun persatuan dan kesatuan adalah yang utama.

Disampaikan Kapolri, Polri akan selalu berkomitmen di garda terdepan menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusifitas di masyarakat. Sebab, dengan persatuan dan kesatuan, pembangunan di Indonesia bisa dilaksanakan.

“Dengan situasi kamtibmas yang kondusif, maka pertumbuhan ekonomi bisa dilaksanakan. Pemerintah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tentunya ini menjadi cita-cita kita bersama untuk bersama-sama membawa negeri ini, membawa rakyat ini, membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik, bangsa yang unggul, dan bangsa yang besar,” tutur Kapolri.(***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest