ASAP PT PMS KIAN PARAH, DLH KAB-PROV SALING LEMPAR TANGGUNG JAWAB – WARGA JADI KORBAN TANPA TINDAKAN NYATA

More articles

Bengkulu, Investigasi.News– Polemik asap pabrik PT Palma Mas Sejati (PMS) di Desa Talang Empat, Bengkulu Tengah, kembali meledak – dan kali ini, yang terlihat jelas bukan cuma asapnya yang pekat, tapi juga ketidakmampuan instansi untuk bertindak, malah saling melempar wewenang seperti bola voli.

 

Warga dan guru di MIN 5 Bengkulu Tengah menderita setiap hari. Saat cuaca mendung atau hujan gerimis, asap turun seperti kabut tebal dengan bau menyengat, membuat banyak orang batuk tak berhenti. “Kalau terus-terusan, pasti berdampak ke kesehatan anak-anak,” tegas Kepala MIN 5 Anita Utami Nengsi, meskipun belum ada penelitian resmi – padahal bukti lapangan sudah terasa jelas selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Pemkot Bengkulu Gelar FGD Bahas Strategi Pemberdayaan Sosial Ekonomi

 

Pascarapat lintas instansi hari Selasa (17/12) malah berakhir tanpa keputusan apapun. Bahkan, ketika PT PMS menyatakan telah memberikan masker dan obat, Kepala Desa Talang Empat Samsir tak tahu apa-apa. Seolah bantuan itu hanyalah tontonan untuk menyembunyikan kesalahan.

 

Yang paling menyakitkan? Pertarungan kewenangan antara DLH Bengkulu Tengah dan DLHK Provinsi. Plt Kepala DLH Kab Bengkulu Tengah Eka Nurmaini menegaskan “tidak punya wewenang” dan menunjuk ke provinsi. Tapi Kabid II DLHK Provinsi Adi Yanuar langsung membantahnya: “Sebagian kewenangan sudah didelegasikan ke kabupaten. Kalau bilang tidak ada wewenang, itu keliru.”

 

Padahal, berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 dan UU No. 32 Tahun 2009, pengawasan dan penindakan jelas berada di tanggung jawab DLHK Provinsi. Malah, perizinan lingkungan PT PMS pun dikeluarkan oleh pemerintah provinsi. Tapi alasan “menunggu laporan administratif” tetap dijadikan alasan untuk tidak turun ke lapangan – padahal warga sudah mengeluh bertahun-tahun!

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dengan Media, Kominfotik Jadwalkan Dialog Terbuka Bersama Gubernur

 

“Saya yang menanggung dampaknya, perusahaan untung besar,” ujar seorang warga yang tak berani menyebut nama. “Kami butuh tindakan nyata, bukan saling lempar tanggung jawab.”

 

Tanpa langkah tegas segera, asap PT PMS akan terus menutupi langit Talang Empat, dan kesehatan warga akan terus terancam. Pemerintah harus ingat: tugasnya melindungi rakyat, bukan bermain-main dengan wewenang.(tim)

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest