Sumbar, Investigasi.news – Menurunnya nilai ekspor di Prov. Sumatera Barat berdampak besar kepada perekonomian di tengah-tengah masyarakat, Nilai ekspor yang berasal dari Sumatera Barat pada Mei 2024 sebesar US$101,39 juta, terjadi penurunan sebesar 39,65 persen dibanding ekspor April 2024, Golongan barang yang paling banyak diekspor pada Mei 2024 adalah golongan lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$69,76 juta, diikuti golongan  karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar US$9,90 juta, dan golongan bahan-bahan nabati  (HS 14) sebesar US$7,37 juta.
GPEI sebagai wadah oleh para eksportir di Prov. SUMBARÂ bertujuan untuk memberikan wawasan ekspor kepada para eksportir terutama eksportir yang masih dalam status pemula serta mensosialisasikan regulasi dan aturan terbaru terkait dengan kegiatan ekspor agar para eksportir tidak terkendala pada saat pelaksanaan dilapangan karena Seringkali eksportir mengalami kendala akibat adanya perbedaan aturan dan situasi di lapangan yang belum sepenuhnya dipahami, pada dasarnya GPEI berpengaruh besar terhadap nilai ekspor Prov. Sumbar.
Sebagai wadah dari pada eksportir yang sangat berkaitan erat dengan kegiatan perkapalan GPEI juga pernah membuat terobosan untuk mendorong optimalisasi konektifitas logistik ekspor se-Sumatra, dengan salah satunya melalui fasilitas pelabuhan Pulau Baai Prov. Bengkulu. Mb







