Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Masih Menunggu Bantuan

More articles

Bukittinggi, Investigasi.news

Tindak lanjut dari perkembangan berita yang tayang dibeberapa media online di Sumatera Barat dengan judul “Tinggal Sebatang Kara, Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Butuh Bantuan” telah mengetuk rasa simpati dan kepedulian pihak-pihak lainnya.

Salah satunya, dikatakan Malin As, bahwasannya saat ini, Nurul Huda telah menarik perhatian pihak Nagari. Nagari siap membantu dan mencarikan jalan terbaik bersama-sama.

Sementara, saat Malin As mencoba meminta bantuan kepada Dinas Sosial Agam terkait kondisi Nurul Huda, Dinsos Agam hanya bersedia membantu untuk memulangkan Nurul Huda ke daerah asal.

Lebih lanjut Malin menyampaikan kekecewaannya dalam menangani Nurul Huda, seolah-olah ini tak menjadi beban bersama, tak nampak jalan keluar dan bantuan apapun dari pihak-pihak terkait lainnya,” ucap Malin dengan mimik wajah lelah.

Baca Juga :  Bupati Rusma Tinjau Persiapan ADWI 2024 dan Kunjungan Sandiaga Uno ke Ampiang Parak

“Apa mungkin Nurul Huda yang tidak bisa ngapa-ngapain kita masukkan ke Panti Jompo sesuai saran Dinsos Agam, sementara kondisinya begitu?, Satau saya pihak panti hanya menerima yang bisa mandiri, sementara Nurul Huda ini stroke total”, tanya Malin As.

“Sementara begitulah perkembangan sampai saat ini, belum ada jalan keluar, dan jujur saya pribadi sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi”, Kata Malin.

Tim

Koreksi : Atas nama Redaksi kami mohon maaf kepada Kapolres, Kapolsek Banuhampu atas kesalahan penulisan gelar Ipda Miftahul Husni pada pemberitaan” Tinggal Sebatang Kara, Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Butuh Bantuan” tayang pada (27/08/21) seharusnya Aipda Miftahul Husni. Sekian terimakasih atas perhatian dan pengertiannya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest