Masyarakat Banuhampu dan IV Koto Bergotong Royong Pulihkan Dam Muaro Durian

More articles

Agam, bengkulu.investigasi.news – Bencana banjir bandang beberapa waktu lalu yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar, masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, terutama bagi korban.

Namun dibalik itu, apa yang diturunkan Allah di muka bumi selalu membawa hikmah bagi alam dan manusia. Apakah itu kejadian baik maupun buruk seperti bencana ada hikmah yang bisa dipetik.

Kejadian banjir bandang atau galodo yang telah meluluhlantakan beberapa kawasan di Tanah Datar dan Agam beberapa waktu lalu, masih memperlihatkan hikmah tersebut.

Bak kata pepatah atau bijak di minangkabau, “kaba baiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan”, yang menjadi landasan filosofis kehidupan masyarakat minang, yang mungkin okeh sebagian orang dinilai sudah bergeser, terbukti masih cukup kuat tertanam.

Baca Juga :  Rekapitulasi Harian Covid– 19 Per Kecamatan Se Kab.Asahan 4 Juli 2022

Di saat ada musibah terutama, kebersamaan dan kegotongroyongan orang minang bangkit dengan sendirinya.”Urang manangih awak sabak”, idiom ini sudah diperlihatkan oleh masyarakat di kampung atau rantau, bahkan sampai saat ini.

Contohnyo apa yang dilakukan oleh masyarakat dari kecamatan di Agam, yakni Banuhampu dan IV Koto, Minggu (26/5), di bawah koordinasi Wali Nagari dan Kelompok Siaga Bencana (KSB), tumpah-ruah bergotongroyong, melanjutkan kegiatan Minggu lalu, untuk membantu perbaikan kembali dam untuk irigasi di Muaro Durian, di jorong Sungai Tanang, Banuhampu, sebagai sumber air pertanian masyarakat di ratusan hektare di kedua kecamatan bahkan kota Bukittinggi yang runtuh disapu galodo Sabtu (10/5) malam silam.

Baca Juga :  Bupati Dr H Andri Warman Sambut Kedatangan Perantau Ampang Gadang

Masyarakat turun bersama secara estafet membawa batu kali ke lokasi dam yang hanya memiliki jalan setapak dengan jarak sekitar 100 meter dari jalan raya Padanglua-Matua.

“Karena kondisi jalan setapak ini, batu kali yang terpaksa dibongkar di Simpang Durian dan dibawa secara estafet ke lokasi dam,” tutur Wali Nagari Ladang Laweh, David Erlangga didampingi pengurus KSB Asri Malin.

David menyebutkan, sebagai infrastruktur vital pertanian, diperoleh informasi penanggulangan dan perbaikan dam Muaro Durian itu sudah mendapat bantuan dari PSDA Sumbar.

David dan Malin menilai, tumpah-ruahnya masyarakat turun bergotongroyong membuktikan bahwa nilai “sasakik-sasanang dan urang manangih awak sabak” yang dilandasi rasa kebersamaan masih kuat tertanam.

Baca Juga :  Kapolda Sumbar Launching Gedung Sarja Arya Racana dan Inovasi Jago Solok Selatan

Dengan perhatian semua elemen masyarakat dari dua kecamatan di atas, David berharap, dam Muaro Durian yang tidak hanya berfungsi untuk pertanian tapi juga perikanan, bisa cepat berfungsi kembali. (Malin/Ical)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest