Bengkulu, investigasi.news – Selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan pola makan yang baik serta kebiasaan sehat. Salah satu dengan menghindari konsumsi air dingin berlebihan saat berbuka puasa.
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menjelaskan bahwa tubuh mengalami perubahan suhu setelah seharian berpuasa. Oleh karena itu, konsumsi es secara langsung saat berbuka bisa memicu reaksi yang kurang baik bagi tubuh.
“Kami mengimbau agar masyarakat mengurangi konsumsi minum es, karena tubuh kita panas seharian. Jangan berikan es yang bisa menimbulkan reaksi berlebihan pada tubuh. Sebaiknya, minumlah air dingin biasa atau air hangat-hangat kuku terlebih dahulu, baru setelah itu minum es,” kata Joni, Jumat (07/03/2025).
Dikatakannya, sangat penting menjaga pola makan dengan mengutamakan makanan bergizi. Asupan yang mengandung prinsip empat sehat lima sempurna sangat dianjurkan, baik saat sahur maupun berbuka, guna menjaga daya tahan tubuh selama menjalani ibadah puasa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna, baik saat sahur maupun berbuka,” ucapnya.
Lebih lanjut, Joni menyebutkan, tidak hanya pola makan, aktivitas fisik selama Ramadhan juga perlu diperhatikan, dan masyarakat tidak melakukan olahraga berlebihan guna menghindari risiko dehidrasi, terutama di tengah cuaca yang kerap berubah-ubah.
“Jangan sampai melakukan aktivitas atau olahraga berlebihan, sehingga tubuh bisa mengalami dehidrasi, apalagi saat sedang menunaikan ibadah puasa,” tambahnya Joni.
Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu di Kota Bengkulu, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit yang rentan menyerang di musim peralihan.
“Cuaca yang berubah-ubah seperti ini dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga masyarakat lebih rentan terserang penyakit seperti flu, demam, hingga gangguan pernapasan,” tutupnya. (Ann)