Disdikbud Kota Bengkulu Terapkan Penyesuaian Jam Belajar Selama Ramadan

More articles

Bengkulu, investigasi.news — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengeluarkan kebijakan pengurangan jam pelajaran selama bulan Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Kebijakan ini berdasarkan dari Surat Edaran Bersama (SEB) Tiga Menteri Nomor 2 Tahun 2025/Nomor 400.1/320/SJ tentang pembelajaran di bulan Ramadan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bengkulu, Denny Apriansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait libur sekolah di awal dan akhir Ramadan, serta penyesuaian jam belajar siswa selama bulan suci tersebut.

“Dalam surat pemberitahuan tersebut, jam belajar setiap mata pelajaran dikurangi 10 menit. Misalnya, untuk siswa SMP yang biasanya satu mata pelajaran berlangsung 45 menit, kini menjadi 35 menit. Begitu juga untuk siswa SD yang biasanya 35 menit, selama Ramadan dikurangi menjadi 25 menit,” ujar Denny pada Rabu (12/2/2025).

Baca Juga :  Sepanjang 2024, Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Bengkulu Alami Perunan

Dengan adanya pengurangan durasi mata pelajaran, otomatis jam belajar siswa di sekolah juga berkurang. Hal ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Pemkot Bengkulu.

Selain itu, selama bulan Ramadan, jam kerja sekolah dengan sistem lima hari juga mengalami perubahan. Untuk hari Senin hingga Kamis, kegiatan belajar-mengajar dimulai pukul 07.00 WIB hingga 14.15 WIB dengan waktu istirahat 15 menit. Sementara itu, pada hari Jumat, kegiatan sekolah berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.30 WIB.

Adapun libur awal Ramadan ditetapkan pada tanggal 27 dan 28 Februari, serta 3, 4, dan 5 Maret 2025. Pada hari-hari tersebut, siswa akan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara mandiri di rumah.

Baca Juga :  Pemkot Bengkulu Bentuk Relawan Perlindungan Sosial untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan di Kelurahan

Denny Apriansyah juga mengimbau seluruh kepala sekolah untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Kegiatan yang dianjurkan antara lain penguatan akhlak mulia, kepemimpinan, serta aktivitas sosial yang membentuk karakter dan kepribadian utama.

“Kami juga mendorong siswa untuk memperbanyak kegiatan amal seperti infak, sedekah, dan kegiatan sosial lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi sesama,” tambahnya.

Kebijakan ini diterapkan di semua satuan pendidikan di lingkungan Pemkot Bengkulu dengan harapan dapat memberikan keseimbangan antara ibadah dan proses pembelajaran selama bulan Ramadan. (Intan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest