Bengkulu, investigasi.news – Kasus kekerasan yang melibatkan geng motor kembali menyita perhatian publik setelah aksi mereka viral di media sosial. Sembilan pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, dengan mayoritas di antaranya masih berstatus pelajar tingkat SMP dan SMA di Kota Bengkulu.
Lima dari sembilan pelaku tercatat masih di bawah umur, yakni RA, FR, KR, AL, dan NB. Sisanya, AI, RB, AG, dan MN, turut terlibat dalam dua peristiwa berbeda di lokasi yang sama.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Deddy Nata mengungkapkan, kejadian ini terbagi menjadi dua perkara yang melibatkan kelompok berbeda. Kasus pertama adalah pengeroyokan yang dilakukan oleh enam anggota geng motor terhadap dua korban di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Bawah.
Kekerasan bermula ketika para pelaku mengejar korban hingga terjatuh. Para pelaku kemudian merusak motor milik korban dengan tendangan dan pukulan menggunakan tali pinggang yang telah dimodifikasi. Tak hanya merusak, aksi ini membuat korban ketakutan langsung melarikan diri.
Kasus kedua muncul ketika tiga anggota geng motor lain melintas di lokasi kejadian dan melihat motor korban tergeletak. Tanpa berpikir panjang, mereka membawa kabur motor tersebut dan menjualnya seharga Rp1.300.000.
Aksi ini perlu menjadi perhatian serius bagi orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah. Sosialisasi serta pembinaan bagi para remaja harus ditingkatkan untuk mencegah keterlibatan mereka dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Para pelaku sudah berhasil diamankan oleh Tim Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu berdasarkan pengembangan di lokasi kejadian,” tegas Kombes Pol Deddy Nata.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk tali pinggang modifikasi, tiga unit motor, empat unit helm, dan uang hasil penjualan motor curian.