Rp8 Miliar APBD Lubuklinggau Terbuang, Jalan Lingkar Selatan Jadi “Wahana Ekstrem” – Cuaca Jadi Alasan Klasik yang Dikecam

More articles

LUBUKLINGGAU, Investigasi.News– Proyek peningkatan Jalan Lingkar Selatan senilai Rp7.995.369.000 dari APBD 2025 yang ditugaskan ke CV. Putra Bersaudara ternyata bukan hanya gagal, melainkan malah menjadi ancaman bagi warga. Hingga hari ini, progres proyek dinilai nol, sementara jalan yang seharusnya diperbaiki justru lebih rusak dan menyerupai “wahana ekstrem” yang mengancam nyawa pengendara.12/12/2025

Di lapangan, terlihat kondisi yang memprihatinkan: lubang menganga yang menjadi jebakan maut, sambungan jalan yang menanjak dan menurun tajam layaknya “terjun”, serta besi beton yang menonjol ke permukaan. Bahkan ada bagian jalan yang dipasang tanda “diperbaiki” tapi hanya dikerjakan sepanjang satu meter – menyesatkan pengendara.

Menanggapi kemangkrakan ini, Kepala Dinas PUPR Lubuklinggau hanya memberikan alasan cuaca buruk sebagai penyebab pekerjaan terhenti. Jawaban ini langsung menuai kecaman keras dari pengamat dan masyarakat.

Baca Juga :  Konflik Lahan Sejagung Memanas, Kuasa Hukum Klaim Pemkab Tidak Serahkan Undangan Resmi

Rp8 Miliar APBD Lubuklinggau Terbuang, Jalan Lingkar Selatan Jadi “Wahana Ekstrem” – Cuaca Jadi Alasan Klasik yang Dikecam. (Foto:kiki)

“Alasan cuaca adalah alasan lemah dan klasik. Mengapa proyek lain berjalan lancar? Apakah cuaca hanya buruk di area ini saja?” tanya seorang pengamat lokal.

Pernyataan dinilai sebagai pembenaran untuk menghindar tanggung jawab, terutama karena waktu pengerjaan hampir mencapai batas akhir. Masyarakat menuntut audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dan kinerja proyek ini. Dana rakyat sebesar hampir Rp8 Miliar seharusnya memberikan manfaat, bukan malah merusak kendaraan atau membahayakan nyawa.

Dinas PUPR dan CV. Putra Bersaudara didesak segera mengambil langkah konkret. Jika cuaca benar-benar masalah, publik menuntut penjelasan mengapa tidak ada mitigasi atau penyesuaian jadwal yang profesional – seperti yang dilakukan proyek infrastruktur lain bernilai miliaran.

Baca Juga :  Opini : Kriminalisasi Pers, Ketika Kritik ‘Dipenjara’ dengan Pasal Pidana

Proyek ini kini menjadi simbol kegagalan manajemen dan pengawasan di Lubuklinggau. Warga berharap pemerintah tidak biarkan dana rakyat terbuang sia-sia hanya untuk menjadi “wahana ekstrem” yang menakutkan.

Penulis:kiki

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest