Abah Gun: Kabupaten Malang Stagnan, Waktunya Berubah!

More articles

Kabupaten Malang, bengkulu.investigasi.news – Semangat perubahan menyala di Kabupaten Malang! Dalam sebuah deklarasi yang penuh gairah, petani, pedagang, dan relawan bersatu di kediaman Abah Gun, Jl. Panglima Sudirman No.47, Dusun Krajan, Gondanglegi, pada Minggu, 6 November 2024. Mereka datang bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk menyuarakan harapan bagi perubahan sosial yang nyata.

Kelompok masyarakat seperti Barisan Masyarakat Kabupaten Malang, Alap-Alap Jokowi, Praban (Prabowo-Gibran), Relawan Prabowo 02, dan Projo bulat tekad memenangkan pasangan GUS (Gunawan – Umar Usman) dalam pemilihan Bupati Malang 2024. Deklarasi ini menjadi sinyal kuat bahwa rakyat ingin melihat langkah baru yang konkret di wilayah mereka.

“Terima Kasih untuk Dukungan Masyarakat!”,
Abah Gun, tokoh utama di balik pasangan GUS, mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat dan relawan yang terus mendukung pencalonannya. “Kami berkeliling setiap hari, dari pagi hingga larut malam, berdialog langsung dengan masyarakat. Mendengar aspirasi mereka, memahami keluh kesah, serta menggali potensi besar Kabupaten Malang yang selama ini terabaikan,” jelasnya kepada media usai acara deklarasi.

Baca Juga :  Panas Terik Matahari Berpeluh Keringat, Semangat Satgas TMMD Tidak Kendor

**Potensi Besar, Tapi Terabaikan**
Abah Gun menekankan betapa kaya Kabupaten Malang dengan lahan subur yang seharusnya menjadi kekuatan pertanian. Namun, ia menyoroti lemahnya pengelolaan, baik di sektor pertanian maupun pariwisata. “Potensi wisata kita juga besar, tapi sayangnya tidak terurus dengan baik. Jalan menuju objek wisata rusak, masalah sampah pun tak terpantau dengan baik. Jangan sampai ini menjadi sekadar gebrakan tanpa kesinambungan!” tegasnya.

Sektor kesehatan dan pendidikan juga disoroti, terutama yang berhubungan dengan lemahnya perekonomian rakyat. “Kita perlu pemerintahan yang responsif, yang turun langsung mendengar rakyat, agar masalah ini bisa segera teratasi,” tambahnya.

**Kabupaten Malang Butuh Perubahan Nyata**
Menurut Abah Gun, masyarakat sudah jenuh dengan stagnasi pembangunan di Malang. “Mereka merasakan sendiri, tidak ada perkembangan yang berarti. Pembangunan macet, aspirasi mereka tak terakomodir. Dulu, di era Bupati Sujud Pribadi, pemerintah sering turun langsung ke lapangan. Itu yang membuat pembangunan bisa berjalan,” ujar Abah Gun penuh kritik.

Baca Juga :  Pemkab Asahan Gelar Sholat Id 1443 H Di Masjid Agung H. Ahmad Bakrie

Ia menegaskan pentingnya dialog langsung dengan masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkeadilan sosial. “Pemerintahan harus mendengar suara rakyat, sebab mereka yang paling tahu apa yang terjadi di lapangan.”

**Kabupaten Malang Tertinggal, Siap Bangkit!**
Mengakhiri pidatonya, Abah Gun menyampaikan rasa optimisnya. “Kabupaten Malang sudah tertinggal jauh, bahkan tingkat kemiskinan kita nomor dua se-Jawa Timur. Tapi saya yakin, dengan kerja sama dan gotong royong, kita bisa bangkit. Mereka anggap kita semut, tapi ingat, semut pun bisa mengalahkan gajah!” serunya penuh semangat.

**Dukungan untuk GUS Terus Mengalir**
Suwadji, Ketua Kelompok Tani Hutan, turut menyampaikan dukungannya. Ia menyoroti buruknya infrastruktur menuju pantai yang terkenal indah di Malang Selatan. “Jalannya seperti sungai mati saat kemarau, tapi jadi sungai banjir saat hujan. Ini contoh nyata kita butuh perubahan!” tegasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran Covid-19 Yang Meluas, Pemkab Agam Gelar Penyemprotan Disinfektan

Dengan semangat yang sama, seluruh elemen masyarakat siap memenangkan pasangan GUS untuk membawa Kabupaten Malang ke arah yang lebih baik. “Kami siap tandang, siap untuk perubahan!” tandasnya menutup acara.

Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest