Taliabu, Investigasi.news – Masyarakat Desa Galebo Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu ( Pultab ), Maluku Utara, keluhkan akses jalan penghubung antara dua desa yang rusak parah.
Untuk bisa melewati, terpaksa masyarakat bergotong royong membangun jalan tersebut secara swadaya. Parahnya lagi sebagaimana yang disampaikan warga Desa Galebo,
sudah sekitar 25 tahun akses jalan dan jembatan penghubung antara dua Desa yaitu Desa Galebo dan Desa Bapenu. Jalan dan jembatan tersebut tidak pernah dibangun sama sekali oleh pihak pemerintah.
” Kami heran dengan pemerintah ini, sudah hampir dua periode memimpin, tapi jalan dan jembatan ini saja tidak bisa dibangun. Selama 25 tahun saya tinggal disini jalan dan jembatan tidak pernah dibangun sama sekali. Ini sama halnya kita tidak punya pemimpin. Untuk bisa melewati, kami terpaksa gotong royong. Untuk penimbunan jalan, ditimbun sama anak-anak sekolah yang masih kecil dengan peralatan seadanya”, ungkap ibu lia warga Desa Galebo.
Terpisah mantan kepala Desa Galebo “La Amuru” saat ditemui awak media menjelaskan, semenjak dirinya menjabat, tidak pernah dianggarkan oleh pemerintah desa untuk membangun jalan dan jembatan tersebut.
“Waktu saya menjabat saya ingin sekali membangun jalan tersebut namun saat saya meminta izin kepada bupati beliau tidak mengizinkan jalan penghubung Desa Galebo dan Bapenu dibangun oleh pemerintah Desa. Alasannya karena jalan itu adalah jalan lintas, dan itu tanggung jawab pemerintah kabupaten. Jadi sampai selesainya masa jabatan saya sekarang sebagai mantan kades jalan tersebut tidak pernah dianggarkan”, bebernya.
(Taufik)







