Hadapi Tekanan Geopolitik, Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi Moneter-Fiskal

More articles

BENGKULU, Investigasi.News– Ketidakpastian ekonomi global akibat isu geopolitik menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Sarasehan Perekonomian Bengkulu 2026 sebagai wadah koordinasi guna memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. Kegiatan berlangsung di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (9/4).

Dalam kegiatan yang merupakan agenda rutin diseminasi LPP Februari 2026 dan KFR Triwulan I 2026 ini, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA Denni, menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi.

“Kita melihat dinamika global yang cukup menantang, namun alhamdulillah ekonomi Bengkulu tahun 2025 tumbuh positif sebesar 4,82 persen. Ini meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Denni.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor primer dan perdagangan, didukung program strategis seperti ketahanan pangan dan pengembangan UMKM. Inflasi pun berhasil ditekan pada level rendah, yakni 2,7 persen, menunjukkan efektivitas pengendalian harga.

Baca Juga :  Dorong Investasi Berkualitas, BI dan Pemprov Bengkulu Gelar DTM RIRU 2025

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, menambahkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026 masih cukup baik di angka 4,47–5,03 persen. Meski demikian, pihaknya mewaspadai dampak penurunan transfer daerah dan pemulihan sektor pertambangan yang masih berjalan.

“Inflasi kita saat ini 2,85 persen, masih lebih rendah dari nasional. Ini bukti koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, BI, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Irfan.

Data perbendaharaan negara juga menunjukkan kinerja yang terukur. Hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja mencapai Rp942,94 miliar dengan transfer ke daerah mencapai Rp1,9 triliun yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ekonom Bank Mandiri, Dendi Ramdani, dalam paparannya menyoroti risiko harga minyak dunia akibat konflik geopolitik. Meski demikian, ada sektor yang tetap menjanjikan.

Baca Juga :  Menteri PANRB Resmikan MPP Kota Bengkulu, Ini Pesan dan Harapannya

 

“Sektor telekomunikasi, kesehatan, dan manufaktur diprediksi masih akan menjadi lokomotif pertumbuhan di tengah berbagai tantangan tersebut,” pungkasnya.

 

Penulis ;Red

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest