Petani Desa Lubuk Sanai Mukomuko Keluhkan Debit Air Tak Memadai, Risiko Gagal Panen Mengintip

More articles

Mukomuko, Investigasi.News– Kondisi pertanian di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, kini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat, khususnya para petani. Sejumlah petani di desa tersebut menyampaikan keluhan mendalam terkait kondisi debit air yang tidak memadai, yang belakangan ini menjadi hambatan besar dalam upaya mereka menjaga pertumbuhan tanaman padi secara optimal. Keluhan ini disampaikan langsung oleh salah satu sumber petani setempat kepada awak media, dengan harapan dapat segera mendapatkan perhatian dan tindakan nyata dari dinas serta instansi terkait. Senin, (9/3/2026)

Menurut sumber, masalah ketersediaan air ini mulai terasa sangat mengganggu setelah musim tanam berakhir. Para petani kesulitan mendapatkan pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian mereka. Padahal, pasokan air yang stabil dan cukup sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman padi agar dapat tumbuh dengan maksimal dan menghasilkan panen yang memuaskan. Ketidakpastian ketersediaan air ini tidak hanya menghambat pertumbuhan padi, tetapi juga membawa risiko lain yang tidak kalah meresahkan, yaitu serangan hama.

Sumber menjelaskan lebih lanjut, jika kondisi debit air yang tidak memadai dan tidak terkontrol ini terus berlanjut, petani akan menghadapi kesulitan besar dalam mengendalikan hama orong-orong, sejenis hama yang dikenal memakan bibit padi. Hama ini menjadi ancaman serius karena keberadaannya yang semakin merajalela ketika kondisi lingkungan, terutama ketersediaan air, tidak terjaga dengan baik.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa di Bengkulu Tetap Berlanjut Selama Ramadan

“Kalau dibiarkan, kami khawatir akan mengalami kegagalan panen. Upaya kami untuk mendapatkan air yang cukup sudah dilakukan, namun tetap saja belum bisa memenuhi kebutuhan lahan pertanian kami,” tegas sumber dengan nada prihatin.

Para petani merasa sangat terbebani dengan situasi ini. Mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari solusi mandiri guna memenuhi kebutuhan air, namun upaya tersebut belum memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, mereka berharap agar dinas terkait dapat segera turun tangan dan melakukan evaluasi langsung di lapangan. Melalui evaluasi ini, diharapkan dapat ditemukan akar permasalahan yang menyebabkan ketidakcukupan debit air, serta dampak-dampak yang ditimbulkannya bagi kegiatan pertanian di Desa Lubuk Sanai.

“Kami berharap dinas terkait dapat mengevaluasi langsung kondisi di sini, sehingga dapat diketahui apa sebab dan akibatnya sehingga kami tidak bisa mendapatkan air secara maksimal. Dengan demikian, kami berharap dapat ditemukan solusi yang tepat dan segera untuk mengatasi masalah ini,” tambah sumber.

Baca Juga :  SUKURAN ADAT DALAM RANGKA HUT KABUPATEN MUKOMUKO KE-23 TAHUN DIPERCEPAT, DEMI MENJAGA KELANGSUNGAN TRADISI DAN HORMATI NILAI KEAGAMAAN

Selain harapan terhadap intervensi dinas terkait, masyarakat petani juga menyampaikan pesan penting kepada sesama rekan petani. Mereka berharap agar seluruh petani memiliki kesadaran diri yang tinggi dalam penggunaan air irigasi. Penggunaan air yang bijak dan terukur sangat diperlukan agar kebutuhan air yang maksimal dapat terpenuhi secara merata bagi semua petani, terutama bagi mereka yang memiliki lahan di area irigasi atas agar tidak kembali mengalami kekeringan atau kekurangan air. Langkah ini juga dianggap sebagai wujud dukungan nyata terhadap program pemerintah terkait swasembada pangan berkelanjutan dan upaya meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, pihak petani juga berharap agar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) terkait dapat berperan aktif dalam memberikan solusi yang tepat atas permasalahan yang terjadi. Selain itu, mereka mengharapkan adanya penyampaian informasi yang baik dan jelas kepada seluruh masyarakat petani pengguna air, sehingga setiap pihak memahami aturan dan kondisi yang berlaku. Terakhir, petani berharap adanya sistem pengaturan dan pengawasan yang maksimal dari pihak berwenang. Hal ini dilakukan agar masalah kekurangan debit air yang kini mereka keluhkan tidak terulang lagi di masa mendatang, sehingga kegiatan pertanian dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Hari Jadi ke-23 Mukomuko: Sinergi sebagai Kunci Menuju Masa Depan yang Lebih Maju dan Sejahtera  

Permasalahan yang dihadapi oleh petani Desa Lubuk Sanai ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah yang berkaitan dengan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Mukomuko. Kegagalan panen yang mungkin terjadi akibat kekurangan air dan serangan hama tentu akan berdampak negatif bagi pendapatan petani serta ketersediaan pangan di daerah tersebut. Oleh karena itu, perhatian dan tindakan cepat dari semua pihak terkait sangat dinantikan untuk mencegah dampak yang lebih parah dan membantu para petani agar dapat kembali menjalankan kegiatan pertanian mereka dengan lancar dan produktif.

Hingga saat ini, para petani masih menunggu kepastian dan langkah nyata dari pihak berwenang untuk menyelesaikan permasalahan debit air yang mereka alami. Harapan besar mereka adalah agar masalah ini dapat segera teratasi, sehingga lahan pertanian di Desa Lubuk Sanai kembali subur, tanaman padi tumbuh dengan baik, dan mereka dapat terhindar dari risiko kegagalan panen yang merugikan.

 

 

Wartawan : Hidayat

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest