YAHUKIMO, Investigasi. News– Api amarah membakar Yahukimo! Setelah seorang warga sipil menjadi korban serangan keji yang diduga didalangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Satgas Operasi Damai Cartenz menyatakan perang terhadap kelompok teror tersebut. Operasi perburuan besar-besaran dilancarkan, menjanjikan keadilan bagi korban dan keamanan bagi seluruh masyarakat.
Ambotang (52), seorang pengusaha kecil yang gigih, menjadi sasaran brutal pada Rabu (22/10/2025) malam, sekitar pukul 18.45 WIT. Di tengah hiruk pikuk Pasar Baru, Jalan Sosial, Dekai, ia diserang dengan kapak, menderita luka mengerikan di leher, siku, dan rusuk. Tim medis RSUD Dekai berjuang menyelamatkan nyawanya, dan kini Ambotang tengah berjuang memulihkan diri dari trauma mendalam.
“Cukup sudah! Kami tidak akan membiarkan KKB terus menebar teror di tanah ini. Setiap pelaku akan kami buru dan adili sesuai hukum yang berlaku,” tegas Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Kepala Operasi Damai Cartenz, dengan nada berapi-api.
Di lokasi kejadian, tim forensik menemukan kapak berlumuran darah yang menjadi senjata utama pelaku, serta sepasang sandal yang tertinggal. Saksi mata mengidentifikasi pelaku berjumlah dua orang, melarikan diri ke arah pegunungan setelah melancarkan serangan.
Analisis intelijen menunjukkan bahwa serangan ini merupakan bagian dari strategi KKB untuk mengacaukan stabilitas dan menciptakan ketakutan di Yahukimo. Mereka ingin menunjukkan eksistensi dan mengganggu pembangunan yang sedang berjalan.
Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, menyerukan kepada seluruh masyarakat Yahukimo untuk bersatu melawan KKB. “Jangan biarkan mereka memecah belah kita. Mari kita bergandengan tangan, memberikan informasi kepada aparat, dan menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” ujarnya dengan penuh semangat.
Keadilan akan ditegakkan! Satgas Damai Cartenz tidak akan berhenti sampai seluruh anggota KKB yang terlibat dalam serangan ini tertangkap dan diadili. Bersama masyarakat Yahukimo, kita akan membangun kembali kedamaian dan kesejahteraan di Bumi Cenderawasih!. (****)







