Dinkes Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Saat Lebaran

More articles

Bengkulu, investigasi.news- Selama perayaan Lebaran Idul Fitri 1446 H, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul akibat perubahan pola hidup dan interaksi yang meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya menjaga kesehatan guna menghindari risiko penyakit menular dan tidak menular yang sering muncul di masa libur panjang.

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Moh. Redhwan Arif, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, mengingatkan bahwa beberapa penyakit yang harus diwaspadai selama Lebaran di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), pneumonia atau radang paru-paru, serta influenza.

“Ada juga penyakit yang tidak menular langsung dan penularannya melalui binatang seperti penyakit thypoid, diare dan DBD atau demam berdarah dengue,” ucap Ruslian.

Baca Juga :  Gubernur Helmi Hasan Tegaskan Hak Pendidikan Siswa SMAN 5 Tetap Terjamin

Dikatakan Ruslian, perubahan gaya hidup selama Lebaran, seperti konsumsi makanan yang berlebihan, kurang istirahat, serta interaksi dengan banyak orang, berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah infeksi.

“Pada saat kita bersilaturahmi agar selalu menjaga kebersihan rumah kita dan personal kita seperti tangan yang rentan menjadi media penyebaran penyakit. Apalagi penyakit ISPA yang menularnya melalui udara atau melalui percikan droplet batuk pilek itu kan. Sehingga penting menggunakan masker ketika batuk pilek,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan daya tahan tubuh yang baik menjadi faktor utama dalam mencegah berbagai penyakit. Oleh sebab itu, menjaga imunitas dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik tetap diperlukan meski dalam suasana perayaan.

Baca Juga :  Membuming, “SLAWE” Kota Bengkulu Jadi Percontohan Se-Indonesia

“Terapkan pola hidup bersih dan sehat. Usahakan berolahraga minimal 30 menit dalam satu hari untuk meningkatkan kekuatan fisik kita,” ujar Ruslian.

Selain itu, bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Dinkes mengingatkan agar pemudik tidak memaksakan diri saat merasa lelah atau mengantuk demi menghindari risiko kecelakaan yang bisa berdampak pada kesehatan.

“Di tempat-tempat dan di jalan-jalan jalur mudik itu ada posko terpadu. Periksakan kesehatan kita di posko terpadu tersebut dan juga bisa untuk istirahat yang cukup serta tidak memaksakan diri,” imbau Ruslian.

Ruslian juga menyebutkan, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian utama selama perayaan Lebaran. Sampah yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan limbah rumah tangga menumpuk.

Baca Juga :  Polresta Bengkulu Ringkus Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

“Apabila banyak sampah yang dibiarkan dan dapat menampung air, itu dapat menjadi media bagi nyamuk untuk berkembang biak dengan bertelur dan kemudian menetas. Nah, gigitan nyamuk itu bisa menyebabkan penyakit DBD,” jelas Ruslian.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk menerapkan langkah 3M dalam pengelolaan lingkungan, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Penting untuk melakukan 3M yaitu menguras kamar mandi atau menguras tempat yang menampung air lain dan kemudian menutupnya. Lalu mendaur ulang botol-botol atau kaleng-kaleng yang tidak terpakai, karena apabila tidak dibersihkan dan tidak didaur ulang itu akan menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” tutup Ruslian. (Ann)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest