Bengkulu, investigasi.news – Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, dalam kolaborasi dengan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (MMI), telah mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk melakukan sinkronisasi data pekerja difabel di sektor swasta.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari acara launching komitmen pemenuhan hak atas pekerjaan bagi penyandang disabilitas yang dilaksanakan pada 3 Desember 2024 lalu.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, H. Firman Romzi, menjelaskan bahwa tujuan dari sinkronisasi ini adalah untuk mengumpulkan data lebih rinci mengenai pekerja difabel, tidak hanya sekadar jumlah tetapi juga termasuk nama, alamat, dan kebutuhan khusus dari masing-masing individu.
“Selama ini, kita hanya mengetahui jumlah orangnya saja, kini saatnya kita tahu lebih banyak tentang mereka,” ujar Firman.
Ia menyebutkan, dalam proses sinkronisasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Unit Layanan Disabilitas (ULD), MMI, serta perusahaan swasta yang beroperasi di Bengkulu. Kerjasama antar lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses integrasi pekerja difabel ke dalam dunia kerja.
Firman berharap, kepada para perusahaan khususnya di Kota Bengkuku agar bisa mempekerjakan anak-anak difabel.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan dapat lebih membuka diri untuk mempekerjakan mereka. Salah satu upaya kami adalah melatih anak-anak difabel di bidang komputer secara gratis, yang biayanya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi,” kata Firman.
Program pelatihan ini ditujukan untuk 16 orang difabel yang akan dilatih di LPK Rahman Komputer yang terletak di Jalan Depati Payung Negara, Simpang Pagar Dewa, Kota Bengkulu. (Intan)







