Pemkab Murung Raya Dorong Percepatan Listrik Desa: Sinergi untuk Terangi 49 Desa Non-Listrik

More articles

Murung Raya, bengkulu.investigasi.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) kembali menegaskan komitmennya untuk menerangi desa-desa yang belum teraliri listrik. Dalam rapat evaluasi terkait progres pekerjaan Listrik Desa (Lisdes) yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura pada Selasa (6/8/2024), Pemkab menggandeng berbagai pihak untuk merumuskan solusi percepatan pembangunan jaringan listrik di 49 desa non-listrik yang tersebar di wilayah Murung Raya.

Rapat ini dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Mura, Reyzal Samad, yang mewakili Penjabat Bupati Murung Raya, Hermon. Turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mura, Paulus Karya Manginte, Manajer PLN UP2K Provinsi Kalimantan Selatan, Winardi, para kepala desa dan lurah setempat, perwakilan perusahaan, serta stakeholder terkait lainnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Berikan Bantuan Ke Warga Padang Karambie Yang Tertimpa Pohon

Sinergi Pemkab dan Stakeholder untuk Listrik Desa

Dalam sambutannya, Reyzal Samad menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketersediaan listrik di desa-desa yang belum teraliri.

“Melalui rapat ini, kami berharap dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi di lapangan dan menyusun langkah konkret agar desa-desa yang masih belum memiliki akses listrik dapat segera menikmati manfaat aliran listrik. Ini adalah komitmen bersama yang memerlukan dukungan semua pihak,” ujar Reyzal.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mura, Paulus Karya Manginte, menambahkan bahwa Pemkab terus berupaya memfasilitasi PLN dan masyarakat untuk mengatasi hambatan di lapangan, termasuk soal pembebasan lahan dan perlindungan terhadap jaringan listrik yang dibangun.

PLN Paparkan Tantangan dan Rencana Tindak Lanjut

Baca Juga :  20 Atlet Bridge Sawahlunto Ikuti Kejurnas di Palembang

Manajer PLN UP2K Provinsi Kalimantan Selatan, Winardi, mengungkapkan bahwa dari total desa di Kabupaten Murung Raya, sebanyak 49 desa masih tergolong non-listrik, yang berarti 52% wilayah desa di Mura belum teraliri listrik.

“Kami menghadapi beberapa tantangan di lapangan, mulai dari pembebasan lahan, perambasan pohon, hingga keamanan aset dan material jaringan listrik. Salah satu contoh adalah perlunya pendampingan pada penanaman tiang di kawasan hauling Adaro untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan,” jelas Winardi.

PLN juga menyebutkan pentingnya dukungan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengatasi kendala terkait tanaman produktif yang sering menjadi hambatan dalam pembangunan jaringan listrik.

Dukungan dari Berbagai Pihak Diharapkan

Baca Juga :  Upacara Penurunan Bendera 17-an Solsel Dipimpin Dandim 0309 Solok

Untuk mempercepat progres, PLN meminta dukungan optimal dari pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga masyarakat. Sinergi juga diharapkan dari pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Murung Raya, terutama dalam membantu penyelesaian masalah teknis di lapangan.

“Kami optimistis, dengan kerja sama yang baik, program Listrik Desa ini dapat berjalan lancar, sehingga 49 desa yang selama ini gelap akan segera terang,” tambah Winardi.

Rapat ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemerataan akses energi di Kabupaten Murung Raya, sekaligus mempertegas visi daerah untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat, termasuk di pelosok.

Zulmi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest