Beranda blog

Bukan Penganiayaan, Tapi Proses Penegakan Aturan Akademik” – Abdul Rahman Tegaskan Kasus Prof Wahyu di Polsek  

0
Bukan Penganiayaan, Tapi Proses Penegakan Aturan Akademik" – Abdul Rahman Tegaskan Kasus Prof Wahyu di Polsek. (Foto:Ny)  

Bengkulu, Investigasi. News– Abdul Rahman datang ke Polsek Muara Bangkahulu pada Selasa (10/2/2026) untuk memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan Guru Besar Prof. Wahyu Widada. Menurutnya, perkara yang kerap disalahpahami publik bukan masalah pribadi, melainkan bagian dari proses penegakan aturan akademik yang telah berjalan sejak tahun 2020.

 

“Istilahnya perlu diluruskan. Yang bersangkutan dinonaktifkan sejak 2020 karena dugaan pelanggaran akademik, dan itu bukan keputusan sepihak,” ujar Abdul Rahman kepada wartawan.

 

Penonaktifan dilakukan agar pemeriksaan bisa berjalan objektif tanpa mengganggu proses akademik. Tim pemeriksa yang dibentuk institusi terdiri dari lima orang, yaitu Wakil Rektor II, Dekan, Ketua Tim Bantuan Hukum, Kepala Biro, serta Abdul Rahman sebagai Ketua Jurusan.

 

Tim tersebut telah memeriksa sekitar 30 orang saksi, dan hasilnya menyatakan dugaan pelanggaran akademik terbukti sebelum disampaikan ke Jakarta untuk mendapatkan rekomendasi hukum lanjutan.

 

“Penonaktifan bukan bentuk kezaliman ataupun inisiatif pribadi. Ini hanya langkah administratif sampai ada putusan hukum tetap,” tegasnya.

 

Abdul Rahman mengaku memahami faktor emosional dari pihak pelapor, mengingat selama lima tahun penonaktifan Prof. Wahyu hanya menerima gaji pokok tanpa sertifikasi dan remunerasi. “Saya paham kalau ada emosi. Itu manusiawi,” katanya.

 

Meski demikian, ia siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan sebagai konsekuensi jabatan dalam menjaga mutu pendidikan. Saat ditanya tentang mediasi, Abdul Rahman menyebutkan bahwa hingga saat ini belum dilakukan karena proses hukum masih berlangsung.

 

“Saya akan melakukan yang terbaik demi menjaga kualitas pendidikan di Bengkulu,” pungkasnya.

 

Penulis : Ny

 

 

Mewakili Ayahnya, Muhammad Bintang Pradana Hadiri Pengukuhan Guru Besar Prof. Sugeng Suharto

0
Mewakili Ayahnya, Muhammad Bintang Pradana Hadiri Pengukuhan Guru Besar Prof. Sugeng Suharto. (Foto:ist)

Bengkulu,Investigasi.News– Muhammad Bintang Pradana menghadiri prosesi pengukuhan Prof. Dr. Sugeng Suharto sebagai guru besar, mewakili ayahnya H. Suharto, SE., MBA, Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Bengkulu yang berhalangan hadir langsung. Prosesi berlangsung khidmat pada Selasa (10/2/2026) dengan kehadiran akademisi, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.

 

Dalam keterangannya, Bintang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi, menyebut capaian akademik Prof. Sugeng sebagai prestasi membanggakan bagi dunia pendidikan, daerah, dan bangsa. “Ini adalah pencapaian luar biasa yang lahir dari dedikasi panjang di dunia akademik,” ujarnya.

 

Ia berharap keilmuan dan pengalaman Prof. Sugeng dapat berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan nasional. “Semoga ilmu yang diraih membawa manfaat seluas-luasnya, tidak hanya bagi perguruan tinggi, tetapi juga untuk kemajuan bangsa, negara, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” tambahnya.

 

Bintang juga menegaskan peran strategis dunia akademik dalam membentuk sumber daya manusia unggul, kritis, dan berintegritas, sehingga sinergi antara akademisi dan pemangku kebijakan perlu terus diperkuat. Pengukuhan ini menjadi penanda penting kontribusi keilmuan yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

 

 

Penulis:Ny

High Level Meeting TP2DD Bengkulu, Wagub Mian Ajak Kepala Daerah Melek Digital

0
High Level Meeting TP2DD Bengkulu, Wagub Mian Ajak Kepala Daerah Melek Digital. (Foto:ist)

BENGKULU ,Investigasi.News– Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, membuka kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan Selasa (10/2) di Hotel Mercure Bengkulu. Kegiatan ini dihadiri para bupati dan wali kota sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital pemerintahan di daerah.10/2/2026

 

Dalam sambutannya, Wagub Mian mengajak seluruh kepala daerah untuk mengenal teknologi dan memahami pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci untuk mewujudkan good governance, terutama dalam meningkatkan efektivitas dan transparansi penyerapan anggaran.

 

“Diriku telah ditugaskan oleh Gubernur Bengkulu untuk mengawasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar implementasi digitalisasi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemprov Bengkulu akan mengoptimalkan seluruh layanan yang dapat didigitalisasi, termasuk sektor pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana, menegaskan bahwa TP2DD berperan sebagai wadah sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam mempercepat digitalisasi daerah. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi keuangan daerah.

 

Melalui forum ini, diharapkan upaya digitalisasi di Provinsi Bengkulu dapat semakin terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Penulis :Red